Nazaruddin Resmi Jadi Buronan Interpol

Terhitung 6 Juli 2011, International Criminal Police Organization (ICPO) atau Interpol memasukkan data diri dan foto buronan KPK, tersangka kasus dugaan suap Kemenpora, Muhammad Nazaruddin, ke dalam daftar orang paling dicari di 188 negara anggota ICPO. Demikian dilansir ICPO Interpol dalam situs resminya, http://www.interpol.int, Selasa (6/7/2011). Dalam poster status “wanted” ICPO ini, disebutkan Nazaruddin masuk dalam daftar buronan Interpol atas kejahatan penipuan atau Fraud.

Tertulis pula, masuknya nama Nazaruddin adalah atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Indonesia. Disebutkan data buron ICPO kali ini adalah Muhammad Nazaruddin, jenis kelamin laki-laki, kelahiran Bangun, 26 Agustus 1978 (32 th), Warga Negara Indonesia, tinggi 1,80 meter atau 71 inches, berat badan 75 kg atau 165 pounds, bermata hitam, berambut hitam, dan bisa berbahasa Inggris. Di bagian akhir, ICPO mengimbau bagi siapapun yang mengetahui keberadaannya untuk melaporkan kepada kepolisian lokal, kepolisian nasional atau langsung kepada ICPO Interpol.

RUHUT BALIK MENYERANG

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Muhamad Nazaruddin sudah tak lagi dianggap. Bahkan, Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Komunikasi dan Informatika, Ruhut Sitompul yang dulu, kerap berkomunikasi dengan Nazar, balik menyerang. Nazaruddin dianggap telah merusak nama baik Partai Demokrat dan dianggap tak menepati janjinya, untuk segera pulang ke tanah air. Ruhut mengungkapkan, tak menutup kemungkinan Nazaruddin akan dipecat sebagai anggota Fraksi Demokrat. Tak hanya diganti dengan kader lain, Nazaruddin diminta untuk mengklarifikasi segala tuduhannya yang sudah disampaikan. “Nazar akhir-akhir ini kebablasan. Bohong terus, dan ini sangat memalukan. Dia sampai buron, dan itu sangat merusak citra partai, kata Ruhut di DPR, Kamis (07/07/2011).

Ruhut menuturkan lagi, sejak beberapa waktu lalu sudah menyarankan kepada Nazaruddin untuk pulang, kembali ke Indonesia. Namun, sarannya itu, hingga kini tak terealisasi juga. “Oleh karena itu, partai akan melakukan pergantian antar waktu (PAW). Dia akan dipecat, otomatis di PAW. Bila tidak patuh, kita PAW. Namun, kami tetap hormati asas praduga tak bersalah,” Ruhut menandaskan.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: