Sultan Hamengkubuwono X Mundur Dari Nasional Demokrat

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Nasional Demokrat Syamsul Mu`arif menegaskan kembali bahwa organisasi kemasyarakatan yang dipimpinnya berbeda dari Partai Nasdem. “Nasional Demokrat tidak pernah menggunakan akronim Nasdem. Hanya publik yang menyingkatnya menjadi Nasdem,” kata Syamsul saat jumpa pers di Kantor Nasional Demokrat, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, adanya pengunduran diri dari pengurus inti ormas Nasional Demokrat termasuk Sri Sultan Hamengkubuwono X karena tidak bisa membedakan antara organisasi kemasyararkatan Nasional Demokrat dan Parpol Nasdem. “Sultan mundur sebagai Ketua Dewan Pertimbangan, sebagai anggota, bahkan dari inisiator. Kami juga sudah terima pengunduran diri dari Ketua Pengurus wilayah Jawa Barat Sudrajat,” katanya.

Pengunduran diri Sultan sebenarnya terjadi karena salah paham saja dan alasan Sultan untuk mundur sangat tidak tepat karena ormas Nasional Demokrat bukanlah Partai Nasdem, katanya. “Tolong dibedakan, Ormas Nasional Demokrat tidak pernah menyingkat diri jadi Nasdem, singkatan itu dari publik. Kemudian lahirlah sebuah parpol yang namanya Nasdem. Itu sesuatu yang berbeda,” kata Syamsul.

Syamsul juga menegaskan Nasional Demokrat sama sekali tidak pernah membahas soal pembentukan Partai Nasdem. Partai politik tersebut lahir karena ada elemen di Nasional Demokrat yang merasa tidak cukup hanya jadi ormas. “Ormas hanya cenderung gerakan moral dan tidak bisa melakukan perubahan. Teman-teman meminta izin ke Ketua Umum untuk mendirikan parpol dan tidak bisa dilarang. Persoalan itu muncul karena Nasdem, bukan Nasional Demokrat,” kata Syamsul.

Ia tidak bisa melarang anggota Nasional Demokrat untuk mendirikan Partai Nasdem karena itu merupakan hak semua orang. Syamsul menjelaskan sejak Rapat Pimpinan Nasional pertama pada awal Februari lalu, disimpulkan bahwa Nasional Demokrat tetap ormas.

“Nasional Demokrat memang berpolitik, tetapi tidak akan membentuk parpol. Namun, ada kader Nasional Demokrat yang melihat ormas potensial menjadi parpol. Mereka itulah yang mendirikan parpol dan keluar dari ormas, tetapi mereka meminta izin untuk membawa semangat ormas Nasional Demokrat,” paparnya.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: