Dari Kunjungan Wapres Ke NTB

Wakil Presiden RI Prof Dr Budieono beserta Istri, Menegpora RI Andi Malarangeng beserta Sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu tiba di lokasi Peresmian Fipo Bahari Internasional sekitar pukul 09.30 Wita, Senin 11 Juli 2011. Wapres beserta Rombongan disambut dengan cukup sederhana dengan budaya sasak yakni Gendang Beleq serta tarian ciri khas budaya sasak. Kepala Dinas Bupdar membacakan babat Sasak yang bermakna daerah Lombok adalah daerah yang sangat mempertahankan Budaya dan adat istiadat.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi dalam sambutannya menyatakan terima kasih kepada Andi Malarangeng selaku Menteri Pemuda dan Oleh raga atas dipercayanya daerah NTB sebagai lokasiacara Festival Fipob Bahari Internasional. Bagi NTB kepercayaan ini merupakan amanah dan gubernur berjanji akan melaksanakan dengan baik, “InsyaAllah kami akan melaksanakan amanah ini dengan baik dan kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang meriah, prov NTB Adalah Negara kepulauan dan salah satu provinsi kepulaun di indonesia. “janji Muhammad Zainul Majdi.

Pelaksanaan Fipob ini merupakan pelaksanaan yang sangat baik dan merupakan ajang prestasi bagi pemuda-pemudi juga dapat dijadikan sebagai moment mendeklarasikan event keparawisataan. Dengan kehadiran pemuda-pemuda olahraga dari berbagai provinsi termasuk daerah NTB serta manca Negara ini berarti informasi terkait objek Parawisata di NTB kedepan, “insyaAllah akan tersebar dan tersiar diseluruh Provinsi di Indonesia.” jelasnya. NTB telah menetapkan Program prioritas Parawisata dengan “Visit Lombok Sumbawa 2012″ dengan target satu juta wisatawan pertahun untuk mendorong berbagai sector di NTB.

Pelaksanaan Fipob ini akan belangsung tujuh Hari dari 11-17 juli 2011, berkaitan dengan itu Gubernur NTB menyampaikan kepada wapres RI terkait latar Belakang terselengaranya Program Fipob ini. Pelaksaan Fipob merupakan pelaksanaan kesepakatan bersama antara Menegpora, kementrian budaya parawisata, TNI Angatan Laut, kelautan dan perikanan. Penyelenggaran Fipob Ke 6 tahun 2011 di NTB adalah permohonan Provinsi NTB kepada Menpora RI. “Alhamdulillah permohonan ini disetujui hingga kita bisa laksanakan pembukaannya.” jelasnya.

Tujuan Fipob ke-6 adalah pertama menggali potensi dikalangan pemud, kedua memberikan ruang yang luas kepada pemuda untuk mengespresikan bakatnya, ketiga memberikan akses kepada pemuda dan membangun kecitraan pemuda dari berbagai Negara. “Keempat mempromosikan oleh Raga Bahari dan yang berbasis bahari kepada masyarakat Internasional dan kelima memberi ruang bresprestasi bidang olah raga bahari yang tradisional keenam berpartisipasi budaya pemuda olah raga dikalangan masyarakat menggugah pemuda dalam olah raga Bahari dan yang terakhir mempromosikan potensi ekonomi infestasi daerah berbasis Bahari.” jelasnya.  Tema Fipob ke-6 bahari adalah Pemuda Berprestasi Bahari Lestari.

Sementara itu Acara fibop bahari dilaksanakan di empat lokasi yakni Pantai Mandalika, Senggigi, di kabupaten Dompu dan lokasi terakhir adalah Kota Mataram. Nantinya akan dilaksanakan 16 kegiatan, “Kami dari panitia mohon maaf bila ada kekurangan pelayanan yang kurang baik. “ papar Gubernur NTB.  Hadir juga pada kesempatan itu semua Bupati/Wawali Se-Nusa Tenggara Barat.

Sekembali dari Acara Pembukaan FIPOB di Tanjung Aan dan meninjau progress pembangunan Bandara Internasional Lombok di Kabupaten Lombok Tengah, rombongan Wakil Presiden yang didampingi Menteri Pendidikan Prof. Dr. Muhammad Nuh serta wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto berkesempatan meninjau kondisi Rumah Sakit Umum Provinsi NTB yang mengalami kebakaran pada Hari Minggu 10 Juli 2011.Selanjutnya, Wapres bersama rombongan dijamu santap siang oleh Gubernur NTB di pendopo gubernur. Acara santap siang tersebut dirangkaikan dengan acara silaturrahmi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi NTB, Bupati/Walikota se Nusa Tenggara Barat, para Kepala SKPD dan sesepuh masyarakat Nusa Tenggara Barat. Di antara para sesepuh NTB yang hadir adalah Mantan Bupati Lombok Barat, Drs. H. Mujitahid dan Drs. H. Azhar.

Mengawali acara silaturrahmi tersebut, Gubernur NTB Dr. TGH. Zainul Majdi melaporkan progress report program penanggulangan kemiskinan di Provinsi NTB. Dasampaikan oleh Tuan Guru Bajang, bahwa untuk pertama kalinya selama 10 tahun terakhir tingkat kemiskinan di Provinsi NTB mengalami penurunan dari atas 20 hingga mencapai 19,73 pada tahun 2011. Di antara 10 kabupaten/kota di NTB, tingkat kemiskinan tertinggi adalah Kabupaten Lombok Utara yang mencapai 43,14. Menurut Gubernur, tingginya angka kemiskinan di KLU disebabkan karena KLU merupakan kabupaten baru yang baru berumur 2 tahun.

Meskipun demikian, lanjut Gubernur NTB Pemerintah Provinsi tengah melakukan berbagai ikhtiar untuk mempercepat pengentasan kemiskinan, di antaranya adalah melalui pengembangan Program PIJAR, Lumbung Pangan dan Koperasi. Pembangunan Koperasi di NTB mendapat predikat terbaik secara nasional yang mendapatkan applaus meriah dari para hadirin.

Selanjutnya Gubernur memaparkan berbagai peluang investasi di seluruh NTB di antaranya di Kawasan Pantai Mandalike yang akan dikembangkan menjadi daerah wisata. Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Mandalike dilakukan bekerjasama dengan PT. Bali Tourism Development Centre (PT. BTDC). Selanjutnya adalah potensi pengembangan industri wisata di Teluk Saleh di Pulau Sumbawa. Teluk yang nyaris berbentuk kolam dan berdekatan dengan daerah wisata Pulau Moyo itu sangat potensial untuk dikembangkan menjadi daerah pengembangan wisata secara terpadu dengan budidaya rumput laut di Wilayah Pulau Sumbawa.

Acara dilanjutkan dengan arahan Wapres Boediono. Dalam arahannnya Wapres mengapresiasi langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Pemda Provinsi NTB dalam upayanya untuk mengentaskan kemiskinan. Mengomentari hasil kunjungannya ke Rumah Sakit Umum Provinsi yang baru habis terbakar, Wapres menyatakan akan menyampaikan hal tersebut kepada Menteri Kesehatan agar pelayanan Rumah Sakit dapat berjalan normal kembali. Selanjutnya Wapres berharap agar pembangunan BIL dapat selesai tepat waktu sehingga dapat segera beroperasi. Terkait pembangunan wisata NTB, Wapres akan mendiskusikannya dengan para Menteri terkait. Wapres mengingatkan agar pembangunan kawasan wisata serta BIL direncanakan dengan cermat sehingga tidak menimbulkan kesulitan di belakang hari.

Menyinggung masalah penanggulangan kemiskinan, Wapres menegaskan bahwa koordinasi penanggulangan kemiskinan di daerah adalah, Wakil Gubernur, Wabup/Wawali dan Sekretarisnya adalah Sekda masing-masing. Menurut Wapres fasilitasi pemerintah pusat akan lebih optimal jika indikator kemiskinan jelas dan terukur sehingga cepat diambil langkah-langkah penanggulangannya. Tingkat kemiskinan yang masih sangat tinggi di KLU harus dituntaskan melalui kerjasama yang fokus dan erat dari semua pihak terkait. Wapres menegaskan bahwa indikator utama kemiskinan adalah ketersediaan dan keamanan pangan. Jangan sekali-kali masalah pangan kita tergantung pada dunia luar katanya. Wapres juga mengulas kondisi pangan NTB saat ini sangat jauh berbeda dengan kondisi yang terjadi pada tahun 1980. NTB dapat bangkit dari kondisi marginal menjadi surplus hingga saat ini. Terkait ketersediaan pangan, Wapres berharap Proyek Pandandure dapat segera selesai sehingga dapat meningkatkan produksi pangan NTB lebih tinggi lagi. Wapres akan menugaskan Menteri Pertanian untuk terus memonitor ketersediaan berbagai sarana/prasarana dan dukungan perbankan untuk menjamin komoditas pangan NTB terus dapat ditingkatkan. Keamanan pangan harus selalu dijaga, agar tidak perlu import.

Arahan Wapres dilanjutkan dengan dialog. Dalam acara dialog tersebut, Bupati Dompu mengusulkan pentingnya jaminan pasar bagi komoditas yang akan dikembangkan termasuk komoditas jagung. Bupati Dompu mengusulkan agar ada regulasi untuk menjamin kepastian pasar mengingat produksi jagung di Kabupaten Dompu akan ditingkatkan dari 15.000 ton menjadi 35.000 ton tahun depan. Lain halnya dengan Bupati Lombok Timur yang mengusulkan rencana moratorium penerimaan PNS di Kabupaten Lombok Timur. Lombok Timur hanya butuh tenaga dokter dan perawat, sedangkan pegawai umum, agar kabupaten jangan dipaksa-paksa menerima pegawai baru oleh pusat karena akan menghabiskan anggaran DAU. Selanjutnya Wakil Bupati Lombok Barat menyampaikan kesulitan DAU yang dialami Kabupaten Lombok Barat pasca pemekaran KLU. Wabup meminta perhatian Wapres untuk membantu Lobar mengatasi persoalan anggaran ini. Selanjutnya Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB mengusulkan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkan industri wisata di NTB dengan penyelenggaraan berbagai konferensi bertaraf internasional di NTB sehingga dapat berdampak positif terhadap pariwisata.

Menananggapi berbagai usul dari para peserta jamuan makan siang tersebut, Wapres menyatakan akan membicarakan masalah regulasi harga komoditas pertanian dengan Menteri terkait, mendukung keinginan Bupati Lotim untuk moratorium penerimaan PNS namun akan mendukung penerimaan tenaga dokter dan perawat. Mengomentari usul Bupati Lotim Tuan Guru Bajang menyatakan bahwa setiap penerimaan PNS baru tentu sudah dipersiapkan anggarannya oleh pemerintah pusat. Jangan sampai Pemerintah Lombok Timur dikatakan tidak membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Selanjutnya Wapres berjanji akan mendorong penyelenggaraan berbagai konferensi internasional di NTB untuk mendukung pengembangan sektor wisata.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: