“Pemalsuan Surat MK” Nurpati Semakin Kesudut

Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Andi Nurpati, makin tersudut atas apa yang terungkap di dalam Panja Mafia Pemilu, Selasa (12/07/2011). Keterlibatan Andi Nurpati makin terlihat atas pemalsuan surat Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 112/PAN.MK/VIII/2009 tanggal 14 Agustus 2009 yang disampaikan para rekannya di KPU di depan anggota Panja.

Sebelumnya di depan para anggota Panja Mafia Pemilu, Andi Nurpati mengaku, surat permintaan penjelasan terhadap amar putusan MK Nomor 084/PHPU.C/2009 sebelum dikirim pada tanggal 14 Agustus 2009 ke MK telah disepakati dalam rapat pleno komisioner KPU. Namun, Ketua KPU Hafiz Anshary memberikan keterangan berbeda.

Surat yang dimaksudkan Andi Nurpati, tidak pernah diplenokan di KPU. Pleno 14 Agustus sore hari tak lain tentang persiapan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

“Konsep surat yang dibuat oleh Andi Nurpati, bukan hasil rapat pleno. Tapi, langsung saja kami paraf karena percaya yang buat adalah divisi teknis KPU Andi Nurpati,” aku Hafiz dalam rapat Panja Mafia Pemilu.

Andi juga disudutkan oleh keterangan dari kepala Biro Hukum KPU, Santoso. Dalam keterangannya Santoso mengungkap, suara untuk Sulawesi  Selatan (Sulsel) I sudah ditetapkan perolehannya pada tanggal 12 Agustus 2009 berdasarkan surat penetapan MK Nomor 084/PHPU.C/2009

Lalu, berdasar surat MK, biro hukum dan tehniks KPU melakukan perhitungan tahap ketiga dapil Sulses I dan Gerindra  mendapat tambahan satu kursi di dapil Sulses I. Andi  Nurpati tetap mengkonsepkan surat 1352  pada tanggal 14 Agustus untuk minta  penjelasan amar keputusan MK Nomor 084/PHPU.C/2009 tersebut.

Berdasar keterangan staf Andi sebelumnya, Sugiarto surat tersebut dikonsep oleh Andi. Kemudian, dikirim melalui faximilie langsung tertuju ke panitera MK, bukan ditujukan kepada ketua MK.

Sementara itu Staf Biro Teknis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solahudin mengakui memang benar ada perubahan suara untuk Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I. Menurutnya perubahan itu atas perintah dari Andi Nurpati.

Hal ini terungkap setelah pimpinan Panja Chaeruman Harahap meminta penjelasan staf Biro Teknis, Solahudin. Solahudin mengaku, sebelum pleno tanggal 21 Agustus tersebut, sempat terjadi perdebatan seputar Dapil Sulawesi Selatan I, hingga akhirnya diputuskan ada penambahan suara ke Dewi Yasin Limpo.

“Ibu Andi Nurpati mengatakan ada penambahan suara letaknya apakah di suara partai atau total suara calon. Pendapat dari pak Sigit biro hukum, Hanura sebesar amar putusan. Di situlah perdebatan. Keputusannya penambahan. Itulah yang dibuat tayangan. Akhirnya ada penambahan, yang mutuskan ibu Andi Nurpati,” jelas Solahudin di depan Panja Mafia Pemilu DPR, Selasa (12/7/2011).

“Yang hadir saya tidak ingat persisnya Divisi Teknis KPU ibu Andi Nurpati dengan anggota-anggota yang rapat, kesekretariatan mengenai Sulsel I,” lanjutnya menjelaskan.

Penjelasan Solahudin kemudian dipertegas oleh Kepala Biro Hukum KPU Sigit Joyowardono, yang mengatakan ada penambahan suara yang akhirnya memenangkan satu calon, oleh ibu Andi di forum itu. “Saya menyatakan bahwa penempatan suara ada di totalitas. Tapi dia mengatakan ada penambahan. Kalau tidak salah sebelum tanggal 21 Agustus perlu dicek, sekitar satu atau dua hari sebelumnya,” katanya.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: