Presiden SBY Larut Dalam Lantunan Shalawat

Tepat pukul 13.00 WIB, acara Harlah NU ke-85 dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan kemudian pembacaan ayat ayat suci al qur’an oleh qori internasional Muammar ZA. Acara yang diikuti dengan khidmat oleh warga nahdliyin ini dilanjutkan dengan lantunan shalawat serta dzikir bersama. Tak ketinggalan, Presiden Republik Indonesia beserta ibu yang menjadi tamu undangan dalam Harlah NU ini turut hanyut dalam lantunan shalawat dan dzikir. Diikuti semua warga nahdliyin yang hadir dari penjuru Indonesia serta para ulama dari luar negri. Secara otomatis GBK yang dipenuhi warga nahdliyin berubah menjadi lautan shalawat dan dzikir.

Dalam sambutannya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua pihak untuk menciptakan suasana politik yang stabil, sehingga bisa mewujudkan persatuan bangsa. “Kita makin harus bersatu, bukan membikin politik semakin tidak stabil,” kata Yudhoyono.

Yudhoyono menegaskan, Indonesia saat ini membutuhkan politik yang stabil. Menurut dia, sikap dan tindakan sejumlah pihak yang tidak sesuai hanya akan membuat suasana makin “panas”.  Presiden juga menyebut NU konsisten dalam menegakkan negara kebangsaan yang berketuhanan, bukan negara agama dan bukan negara sekuler yang menyingkirkan agama. “ Sikap NU yang konsisten itu sangat diperlukan.” Ujar Presiden.
Ia juga memuji sejumlah sikap organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut yang menyatakan diri konsisten menegakkan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Negara Kesatuan RI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam sambutannya itu Presiden juga memuji NU yang telah mampu menunjukkan keteladanan dan kepeloporan dalam menjalankan ajaran agama Islam, serta membumikan Islam sebagai agama rahmat bagi alam semesta. NU tambah Yudhoyono, memiliki reputasi baik dalam sejarah perjuangan bangsa. “ Saya pun mendukung upaya NU yang terus mengkritisi kebijakan pemerintah yang tak sesuai dengan kepentingan rakyat “ ujarnya.

Sejumlah tokoh tampak di tribun utama Gelora Bung Karno Jakarta mengikuti puncak harlah. Di antaranya hadir Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Syaifuddin, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Agama Suryadharma Alie, Menteri Pendidikan M Nuh, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Tak ketinggalan, mantan Wakil Presiden RI M Jusuf Kalla, Shinta Nuriyah Wahid beserta para putrinya, para duta besar, mursyid thoriqoh, dan lain-lain.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: