Qultum Ramadhan

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat dan curahan rahmatnya,sehingga kita ummat Islam dipertemukan kembali dengan bulan Agung yang sarat dengan magfirah NYA dan alhamdulillah kita sekarang hampir menyelesaikan separuh dari kewajiban kita berpuasa. Sebagai qultum ramadhan, ada baiknya kita menyimak tentang sikap-sikap manusia dalam menyambut bulan penuh ampunan ini. Sikap manusia dalam menyambut bulan suci Ramadhan terbagi menjadi dua golongan: Golongan Pertama, berbahagia dan merasa senang dengan kedatangannya. Golongan kedua: Merasa berat dan tersiksa dengan kedatangan Ramadhan.

Golongan Pertama : Mereka telah terbiasa melaksanakan puasa dan mereka melakukannya dengan lapang dada. Orang yang biasa melaksanakan puasa sunnah, dia tidak merasa berat, capek dan lelah di saat melaksanakan puasa Ramadhan. Berbeda halnya dengan orang yang tidak pernah sama sekali melaksanakan puasa sunnah.

Mereka meyakini bahwa menahan diri dari segala kenikmatan dunia adalah salah satu faktor untuk meraih kenikmatan akhirat. Tidak makan dan minumnya orang yang berpuasa serta berhubungan suami istri sepanjang Ramadhan karena ketaatannya kepada Allah, akan menjadi sebab untuk meraih kenikmatan yang abadi di surga. Dengan keyakinan inilah mereka berbahagia dengan kedatangan bulan yang mulia ini.

Mereka memahami bahwa Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk mewujudkan ketaatannya kepada Allah, dan berpacu dalam kebaikan, mereka juga mengetahui bahwa pahala yang Allah sediakan di bulan mulia ini lebih besar dari bulan lainnya. Maka tidak ada kebahagiaan yang mereka rasakan di saat datangnya bulan yang mulia ini, sebagaimana datangnya kekasih yang telah lama pergi, atau lebih dari itu.

Golongan kedua: Merasa berat dan tersiksa dengan kedatangan Ramadhan, seperti kedatangan tamu yang tidak ia cintai, menghitung jam, hari dan malamnya. Menunggu-nunggu berakhirnya Ramadhan dengan keluh kesah, merasa senang dengan hari-hari yang telah dilaluinya, terutama menjelang Idul Fitri, karena tak lama lagi ia akan meninggalkannya. Hal tersebut karena beberapa faktor di antaranya:

Mereka telah terbiasa dengan kenikmatan dunia dan syahwatnya, berfoya-foya dengan makanan dan minuman serta lainnya, bahkan dengan hal-hal yang dilarang, maka di saat datang bulan Ramadhan terhalanglah keinginan hawa nafsunya dan kebiasaannya.

Mereka terbiasa santai dan taqsir (menganggap sepele) dalam taat kepada Allah. Ada yang menyepelekan kewajibannya seperti shalat, maka ketika di bulan Ramadhan tidak ada yang mereka lakukan kecuali hanya sebagiannya saja, kalaupun mereka pulang pergi ke mesjid untuk melaksanakan shalat dan berpuasa bersama orang-orang lain, mereka melakukannya dengan berat dan keluh kesah.

Demikianlah keadaannya orang-orang yang merasa sesak dan berat dengan Ramadhan, mereka akan terus dihantui dengan kenikmatan dunia yang selama ini mereka dapatkan, dan akan beriltizam (melaksanakan) dengan sebagian ibadahnya saja. Hal tersebut karena lemahnya keyakinan mereka terhadap apa yang Allah janjikan untuk orang-orang yang beriman, dan tidak adanya sambutan mereka terhadap keutamaan bulan yang mulia ini; pahala yang banyak dan juga yang lainnya. Maka tidaklah heran bila mereka tidak bergembira dengan tamu Allah yang agung ini, sebagaimana kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang mukmin yang benar.

Semoga qoltum ramadhan ini dapat menjadi bahan renungan bagi kaum Muslimin yang selalu menghiasi siang dan malam pada bulan suci ini dengan amal shalih. Semoga amal-amal shalih kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amien Ya Rabbal Aalamien.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: