Sekilas Tentang Maneng Pangantan

Salah satu tradisi masarakat Sumbawa terhadap calon pengantin adalah memandikan kedua calon pengantin sebelum mereka dinikahkan. Mandi pengantin ini ada dua jenis, yakni MANENG BASASUCI dan MANENG BASASOPO. Maneng Basasuci atau Mandi Suci biasa dilakukan menjelang prosesi Barodak. Mandi Suci ini juga dikenal dengan MANING PANGANTAN JERUK AI ORAM. Disebut Maning Jeruk Ai Oram, karena kedua calon pengantin akan dimandikan dengan air suci yang sudah dicampur ramuan Jeruk Ai Oram dan beberapa ramuan tradisonal lainnya.

Hal ini bermaksud untuk membersihkan kulit sekaligus mensucikan kedua calon pengantin sebelum pelaksanaan upacara Barodak. Prosesi memandikan pengantin ini juga ada yang menyebut dengan Maneng Odak dan yang terakhir ini hanya dilakukan oleh Ina’ Odak. Beda dengan Maning Pangantan Jeruk Ai Oram yang diawali oleh Sanro menjatuhkan “ Ai Mula “ ( Air Pertama ) kemudian diikuti oleh Ina’ Odak dan seterusnya oleh orang tua dan keluarga kedua calon pengantin. Terakhir Ai Kasuda ( Air Terakhir ) oleh sanro.

Memandikan calon mempelai ini tidak dilakukan bersamaan. Biasanya diawali dengan memandikan calon penganten wanita. Maning Pangantan Jeruk Ai Oram ini, jarang dilakukan oleh orang kebanyakan. Hanya oleh keluarga tertentu saja. Umum nya hanya dilakukan Maneng Odak, karena lebih simple.

Kemudian MANENG BASASOPO dilakukan menjelang akad nikah dan dilakukan seusai sholat subuh oleh seorang Sanro yang sudah ditunjuk oleh keluarga. Maneng Basasopo ini dimaksudkan untuk menyatukan hati kedua calon pengantin agar mereka menjadi pasangan suami isteri yang SAMAWA ( Sakinah,Mawaddah wa Rahmah ).

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: