Pekan Bungin Cross Menyambut HUT NTB ke 53

Pulau Bungin

Keserasian siklus irama kehidupan masyarakat Pulau Sumbawa,yang ditandai dengan semakin tingginya arus wisatawan asing maupun lokal yang datang berkunjung merupakan sebuah bukti nyata bahwa pulau Sumbawa memiliki potensi alam yang sangat mempesona. Alam segar Pulau Sumbawa yang dimilikinya bernuansa alami dan mempesona dengan sentuhan irama keindahan alamnya yang dinamis serta pantainya yang indah ditambah pula  pula dengan kekayaan seni dan budaya asli nya yang sangat potensial untuk dikembangkan sehingga mengundang minat para Wisatawan Asing maupun Lokal  untuk datang berkunjung di tanah “ Sabalong Samalewa“. Berpijak dari aspek antropologi sebuah masyarakat yang madani dan religius serta masyarakat adat, Pulau Bungin yang terletak di kecamatan Alas selalu menyimpan sejuta misteri yang sulit dikuak dan pulau yang terpadat penduduknya di Dunia sehingga banyak menyimpan sejuta potensi parawisata sebagai kekayaan alam yang sangat berharga.

Pulau bungin yang terletak disebelah utara Pelabuhan Alas merupakan pulau wisata yang patut untuk dikembangkan, dengan potensi adat istiadat suku bajonya yang sangat misteri didukung lagi dengan sentuhan keindahan lingkungan yang dinamis serta keindahan alamnya.  Letak geografisnya yang sangat strategi sebagai obyek parawisata bahari merupakan pulau yang terindah menyimpan banyak pesona alam yang sangat dinamis sehingga mampu  memiliki nuansa keindahan alami yang begitu mempesona.

Ini terbukti dengan digunakan Pulau Bungin  sebagai lokasi pembuatan Film “serdadu kumbang“  diproduser oleh Nia Zulkarnaen dan Ari Sihasale, merupakan bukti nyata bahwa pulauBungin  sangat cocok untuk dijadikan obyek pulau wisata manca negara.

Bahasa bersayap yang difilmkan melalui Film  “Serdadu kumbang“ dilokasi Pulau Bungin, telah mampu mencairkan kebekuan komunikasi budaya ditengah masyarakat Sumbawa sehingga tercermin idealis pribadi pada figur-figur seni Masyarakat  “Samawa“ lewat sebuah ungkapan “Samawa Mampis Rungan“.

Kabupaten Sumbawa merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang beragam, keindahan alam berupa pantai lautnya dan gunung serta beberapa tempat wisata yang masih terjaga keasliannya dengan  perpaduan seni budayanya yang bersifat tradisional,unik dan spesifik dipadukan dengan kemasan asli yang ditampilkannya. Maka tidaklah kalah menarik dengan daerah wisata lain yang berskala Internasional.

Untuk itu dalam mencermati potensi sumber daya alam,sumber daya wisata dan budaya adat Sumbawa, dapat dihidupkan kembali sebagai sumber pendapatan asli daerah yang sangat potensional, sehingga sangatlah wajar jika Pemerintah Kecamatan Alas memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan dunia parawisata Pulau Bungin dan Pelabuhan Alas yang sempat terabaikan.

Untuk itu peran serta masyarakat dalam kepariwisataan dalam bentuk penyampaian saran,pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah  sangat diharapkan

Ir Irawan Arifuddin Camat Alas,  mengatakan bahwa perpaduan pulau bungin dan Labuan Alas dimiliki oleh kabupaten Sumbawa merupakan anugerah yang harus kita jaga bersama-sama terutama potensi sumber daya laut yang ada di sekitar pulau Bungin.

Pembangunan parawisata merupakan bagian dari pembangunan prikanan, maka dari itu ekspolarasi sumber daya laut yang ada dipulau Bungin  perlu kita pertahankan dan kita jaga bersama-sama,karena sumber daya parawisata prikanan yang kita miliki sangatlah luas termasuk terbesar diantara sumber daya kewilayahan yang ada baik untuk parawisata mancing mania maupun parawisata Diving.

Betapapun besarnya peluang parawisata yang kita miliki,  tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks sejalan semakin ramainya minat para pengunjung sebagai akibat dari semakin tingginya minat para pendatang yang ingin menghilangkan rasa kejenuhan dan stress,sehingga pulau Bungin  sebagai alternatif terbaik untuk dikunjungi maupun untuk menghilangkan kejenuhan,sehingga mampu menaikkan nilai pendapatan masyarakat,meningkatnya pendidikan masyarakat dan semakin majunya industry pengolahan ikan tangkap untuk di jual kepada pengunjung pulau Bungin  dalam porsi siap saji.

Oleh sebab itu  obyek parawisata sebagai Leading Sektor utama  untuk dikembangkan, Agro Indusrty lanjut irawan seharusnya ditopang oleh sektor-sektor lainnya berupa : Sektor Parawisata,Sektor Prikanan,Sektor Perdagangan, Sektor Perindustrian, Sektor Perhubungan, Sektor Peternakan terutama potensi yang ada di pulau bungin.

Kegiatan Pekan Bungin Cross (PBC) yang ditempatkan di Lokasi Pelabuhan Alas dan Pulau Bungin tujuannya untuk menyambut Hari Ulang tahun Provinsi NTB 2011 dan Visit Lombok-Sumbawa 2012 serta mampu mengangkat kearifan local yang ada di Pulau Bungin merupakan sebuah Destinasi Wisata Kecamatan Alas yang dimiliki oleh Kabupaten Sumbawa.

Penyelenggaraan PBC adalah bentuk kerja sama dengan KONI Kecamatan Alas dengan agenda perlombaan Lomba Dayung Tradisional, Renang sejauh 3 Mil dari pulau Bungin-Pelabuhan alas dan pertandingan sepak bola super Campions U-12 Tingkat Provinsi NTB yang akan dimulai pada tanggal 15 Nopember 2011.

Sebelumnya kata Irawan bahwa pada tanggal 1 Nopember 2011 akan diadakan Launcing perdana di Pelabuhan Alas sekaligus dirangkaikan dengan Jalan Santai Keluarga, Pesta Kuliner LA ( Labuan Alas ), Pentas seni adat budaya samawa, dan malam harinya dirangkaikan dengan Perlombaan Karaoke.

“Kegiatan ini berlangsung selama 20 hari kedepan sejak tanggal 1 Nopember 2011 sampai pada acara puncak PBC yaitu pada tanggal 15 Nopember 2011  dan peserta Lomba se-Nusa Tenggara Barat.” demikian Irawan berkomentar

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: