MENYAMBUT RAPAT KERJA AWAL TAHUN LPP RRI DI MATARAM

STUDIO RRI MATARAM

lembaga Penyiaran Publik RRI, minggu ini  menyelenggaran hajat Rapat Kerja Awal Tahun 2012 di Mataram NTB. Sudah barang tentu didalam rapat tersebut akan dibahas keberadaan,kemajuan dan kendala-kendala yang dihadapi RRI khususnya setelah dinobatkan menjadi LPP beberapa tahun yang lalu. Seperti institusi lainnya, RRI pasti memiliki banyak masalah dalam mengemban tugas yang diberikan negara kepadanya termasuk persoalan-persoalan internal yang kabarnya nya juga masih melilit petinggi RRI hingga ke SDM paling bawah.

Berbicara soal LPP RRI khususnya RRI Mataram, masarakat Sumbawa masih menggugat dan melebelnya sebagai RRI Lombok karena sangat sedikit dari program siarannya yang mewakili atau diperuntukkan bagi  masarakat yang berada di Pulau Sumbawa. Soal news saja, RRI Mataram masih lebih banyak menyiarkan peristiwa yang terjadi di Pulau Lombok sedangkan Pulau Sumbawa mendapat porsi yang sangat sedikit bahkan nyaris terlewati. Bagi saya ; hal ini mungkin bisa dipahami karena terbatasnya tenaga pemberitaan yang ditempatkan di Pulau Sumbawa.

Saya lalu teringat ketika ditahun-tahun 80han hingga 90han saya menjadi pembatu reporter ;  RRI Mataram bisa mengalahkan media cetak manapun yang terbit di Sumbawa maupun di Lombok soal pemberitaan. Hampir setiap hari , Sumbawa selalu diudara dengan segala bentuk aktifitas nya baik kegiatan pemerintahan maupun sosial kemasarakatan. Dengan suport dan kesempatan yang dibuka selebar-lebarnya oleh Kasi Pemberitaan RRI Mataram saat itu ( Bp.Haji Bohcri Rahman SH ) setiap hari saya selalu mengirim informasi dalam bentuk news yang saya kirim melalui telegram perss telkom atau reportase yang saya produksi sendiri kala itu atau melalui fasilitas telefon yang direkam langsung oleh rekan-rekan pemberitaan di Studio, menjadikan RRI Mataram sangat ditunggu oleh pendengarnya. Bahkan Gubernur NTB alm Bapak Gatot Suherman saat itu tidak perlu repot-repot membawa reporter RRI karena di Sumbawa sudah ada reporter pembantu.

Namun sekarang RRI Mataram seolah tenggelam oleh derasnya tehnologi informasi dan komunikasi yang berkembang begitu pesat dan kalah dengan media-media lokal yang juga tumbuh seperti jamur dimusim hujan. Padahal disemua Kabupaten di Pulau Sumbawa LPP RRI Mataram sudah membangun stasiun transmisi namun tidak mampu menyaingi keberadaan radio-radio FM yang ada di Sumbawa. Pasalnya karena pemancar-pemancar tersebut selain berkuakatan rendah juga sering offair ketimbang memancarkan siaran.

Sejak awal keberadaan nya,pemancar FM RRI Mataram ketika masih numpang di Stasiun Transimisi TVRI Klungkung Batu Lanteh, sudah senin kamis merelay siaran dari Mataram dan kabarnya saat itu RRI Mataram tidak bisa membayar listerik sehingga TVRI Klungkung meminta agar pemancar RRI dipindahkan saja ketempat lain. Nah Sekitar tahun 2003, RRI Mataram yang masih menjadi anak angkat Departemen Penerangan lalu meminta kepada Pemkab Sumbawa untuk dibantu sebuah lokasi. Oleh Bupati Sumbawa melalui Sekda Drs.HB.Thamrin Rayes, saya diminta untuk melakukan tela’ah staf karena saat itu saya juga sebagai penanggung jawab Radio Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa. Perintahnya ; Perlukah RRI Mataram dibantu, apa alasannya dan laporkan dalam waktu satu hari. Tampa berpikir panjang keesokan harinya saya langsung membuat tela’ah staf secara lisan kepada pak Sekda. Maklumlah, saat itu di Studio, komputer belum ada, mesin ketik juga rusak, jadi saya laporkan secara lisan.Alasan saya kala itu bahwa RRI Mataram bisa dipergunakan untuk mensosialisasikan kebijakan-kebijakan Pemerintah Daerah dan kegiatan kemasarakatan lainnya disamping melalui RPD Sumbawa yang tidak bisa tercaver di wilayah barat, dan yang lebih pokok lagi bahwa saya adalah  reporter RRI Mataram. Saya kan tidak mau menghianati teman-teman seperjuangan di RRI. Lokasinya saya berikan di tempat sekarang ( Asrama Haji…yang nggak kepakai-pakai ).

Bupati Sumbawa lalu membuat surat persetujuan kepada Kepsta RRI Mataram ( itu istilahnya dahulu ) kemudian selanjutnya saya, Kepsta, Kepala Pemberitaan sdr Dedy dan seorang tehnisi, meninjau lokasi yang saya tunjuk. Dilokasi ; Kepsta masih merayu saya agar diberi bangunan sebelah timur karena arealnya cukup luas agar gampang scure antena. pintanya. Izin pun saya berikan, sementara RPD Sumbawa yang juga saya pindahkan dari kompleks Pendopo Bupati Sumbawa saya tempatkan dibangunan sebelah barat gedung Asrama Haji itu berdempetan dengan RRI dan hingga sekarang RRI Mataram masih menempati lokasi tsb.

Namun sayang keberadaan RRI Mataram tetap tidak berubah, dia masih disebut sebagai RRI Lombok karena porsi siarannya khsususnya pemberitaan yang seolah menganak tirikan Sumbawa. Lepas dari semua itu, saya tetap bangga ; bahwa saya pernah menjadi pembantu reporter RRI Mataram di Pulau Sumbawa, bahkan surat tugas yang diberikan Bupati Sumbawa ( alm.Haji Madilaoe ADT ) tahun 1978 masih saya simpan untuk mengingat kenangan indah menjadi seorang jurnalis bersama RRI Mataram. Semoga LPP RRI Mataram, tidak lupa dengan semua itu. Insya Allah.

Untuk Bapak Haji Bocri Rahman SH, Tampi Asih..Terimakasih… karena anda saya menjadi seperti sekarang. Jasa mu takkan kulupakan.

Bapak-bapak dan Ibu-ibu dari LPP RRI ; Selamat ber-Musawarah Kerja Awal Tahun 2012 semoga LPP RRI tetap jaya di udara, abadi dihati pendengar. < ahmad zuhri Muhtar >

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: