PULUHAN IJAZAH PALSU UNSA BEREDAR

REKTOR UNSA

Universitas Samawa UNSA kini diguncang kasus Ijazah palsu yang dikeluarkan lembaga perguruan tinggi tersebut. Kasus ijazah palsu ini bahkan diakui Rektor UNSA Profesor Dr.Syaifuddin Iskandar. Ia mulai mengendus masalah ini ketika pihaknya memperoleh informasi ada oknum yang menanfaatkan situasi di tengah kebutuhan orang, terutama pegawai negeri yang membutuhkan gelar sarjana dengan cara cepat tanpa harus mengikuti kuliah untuk penyesuaian pangkat dan jabatan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan oknum itu melakukan upaya pemalsuan.

Namun, Rektor belum mengetahui secara pasti apakah ijazah palsu itu digunakan atau tidak di tempat mereka bekerja. Yang jelas, diyakini dokumen yang dipalsukan itu ada. Untuk membuktikan kepalsuannya,telah dilakukan pengecekan data yang ada di kampus. “Ada masyarakat yang memberitahukan ke kita. Kok banyak orang yang tidak pernah kuliah, tiba-tiba dapat gelar,” Ujarnya.

Selain laporan masyarakat, pihak UNSA juga mendapat fotokopi ijazah palsu tersebut. Setelah sebuah  tim yang dibuat khusus untuk menelusuri kasus ini, diperoleh dugaan adanya mafia ijazah UNSA yang berkeliaran. Parahnya lagi, tersiar kabar, mafia itu menjual nama Rektor dan Dekan. “Ketika saya lihat fotokopi yang ditemukan itu, ternyata tandatangan saya jauh dari asli. Begitu juga dengan tanda tangan dekan. Setelah saya panggil dia (Dekan) untuk melakukan tandatangan di depan saya. Ini yang menguatkan kita. Dari info yang kita korek, seolah-olah ada orang yang jalan untuk meminta tanda tangan Rektor dan Dekan secara langsung. Dan di situ bayar cash,’’ papar Rektor.

Menurut Syaifuddin, ada Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) yang bertanggung jawab untuk memproses penerbitan sebuah ijazah. Ijazah palsu dan asli sangat jelas perbedaannya. Kalau ijazah di bawah tahun 2011, hanya dicetak biasa. Namun mulai 2011 ke atas, ada tertera lambang Unsa yang dicetak khusus. Untuk melihat palsu tidaknya ijazah dari tahun 2010 ke bawah, sebenarnya tidak bisa kalau secara kasat mata. Tetapi bisa dicermati dari tandatangan dan izin. “Seperti, si pemalsu masih menggunakan nomor izin lama dalam aksinya, sementara UNSA sudah menggunakan izin baru. Sehingga, bisa diketahui ijazah itu palsu. Mungkin mereka juga tidak tahu bahwa ijazah yang dipegang itu palsu. Karena saya duga, pelaku telah meyakinkan korbannya bahwa ijazah itu asli karena sudah ditandatangani Rektor,sehingga yang beli itu yakin. Karena korban merasa butuh untuk penyesuaian, atau kenaikan pangkat, jabatan dan lainnya,” ungkap Rektor.

Rektor Unsa menduga kasus ini sudah terjadi sejak 2005 lalu. Diduga pula sudah puluhan ijazah palsu yang diterbitkan pelaku. Untuk itulah, pihaknya lalu melaporkan ini ke Polres Sumbawa. “Kita harapkan pelaku dapat segera ditangkap. Sebab Ini juga menyangkut kredibilitas kampus dan nama baik,” tandas Doktor.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: