OPTIMALISASI KAWASAN WISATA DI SUMBAWA SELATAN

Akhir Fakhruddin

Kabupaten Sumbawa menyimpan potensi besar sebagai tujuan wisata domestic maupun internasional.  Setelah pulau Bali, pulau Lombok kini merupakan alternatif sebagai tujuan wisata bagi turis domestik maupun asing. Beberapa hal yang menarik di pulau Lombok seperti keindahan alamnya  yang didukung dengan keragaman budaya antara lain budaya suku Sasak sebagai komunitas terbesar pulau Lombok dan sebagian komunitas keturunan Bali terutama di Lombok Barat yang masih mempertahankan budaya Bali. Hal tersebut menjadikan pulau Lombok memiliki keunggulan kompetitif yang mana turis bukan hanya dapat menikmati budaya suku Sasak dengan sebagian budaya primitifnya, akan tetapi juga dapat menikmati budaya Bali tanpa harus pergi ke Bali.

Bagaimana dengan pulau Sumbawa ?. Jika industri wisata di pulau Bali berimbas ke pulau Lombok, bukan suatu kemustahilan hal yang sama dapat terjadi di pulau Sumbawa. Semua tergantung kepiawaian dari pemerintah daerah dalam mengemas dan memprioritaskan percepatan industri wisatanya. Obyek wisata Gili Moyo sebagai pulau yang dikelilingi taman laut dan merupakan daerah konservasi sudah menjadi bagian promosi wisata pulau Sumbawa, bahkan Lady Diana yang merupakan ibu kandung dari pangeran William pernah berkunjung ke pulau tersebut. Namun pulau Moyo lebih banyak diminati oleh kalangan atas sehingga dapat dipastikan jumlah pengunjung terbatas.
Selain pulau Moyo, wilayah pantai selatan yang memanjang dari wilayah kecamatan Lunyuk Kabupaten Sumbawa sampai kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memilki potensi wisata bahari yang tidak kalah menarik, gelombang pantai selatan yang khas dan keindahan pantai yang masih perawan dengan hamparan pasir putihnya yang terletak di Desa Emang Lestari dan Sampar Goal kecamatan Lunyuk merupakan kekayaan alam yang belum dikelola.
Selain obyek alam sebagai daya tarik wisata, daya dukung budaya juga mutlak diperlukan untuk menambah khasanah dalam industri wisata. Daerah selatan pulau Sumbawa sebagian dihuni masyarakat transmigrasi dari pulau Lombok dan pulau Bali. Jika dipandang secara positif, ini merupakan nilai lebih di dalam pembangunan sektor wisata yang memiliki sustainibilitas ekonomi tanpa kekhawatiran akan terjadinya kerusakan alam permanen. Menghidupakan budaya Lombok dan Bali di bumi Sumbawa terutama pada komunitas Lombok dan Bali sebagai strategi percepatan pembangunan sektor wisata dan memiliki nilai promosi bagi investor untuk menanamkan modalnya di pulau Sumbawa.
Daya dukung lain adalah infrastruktur jalan yang dapat mempermudah akses wisatawan berkunjung. Jalan lingkar selatan pulau Sumbawa yang sudah lama digagas semasa orde baru dan sementara ini baru menghubungkan dua Kabupaten di pulau Sumbawa sangat memungkinkan untuk dipercepat pembangunannya menjadi jalan yang layak dilalui kendaraan bermotor. Dibukanya jalan tersebut memiliki keuntungan tersendiri bukan hanya memajukan ekonomi antar wilayah melainkan akses pariwisata memungkinkan untuk dijual eksotismenya.
Kini pembangunan akses infrastruktur di kawasan selatan Sumbawa telah dimulai, itu berarti pengembangan wisata maupun ekonomi akan menjadi kunci utama dalam membuka akses keterisoliran wilayah selatan yang selama ini orang pikirkan. Keberpihakan investor luar dalam pengembangan wisata di wilayah selatan utamanya Kecamatan Lunyuk memegang peran penting dalam membangun wisata pulau Sumbawa. Itu bukan hal yang mustahil ketika pasir putih, ombak besar pantai selatan, wisata batu pampang, tempat pemancingan di wilayah Telang mampu dijual keindahan dan kenyamanannya.
Sudah seharusnya pemerintah Kabupaten Sumbawa membuat rencana pengembangan wisata di wilayah Selatan, karena tidak mustahil keindahan pulau moyo, pantai maci dan wisata lainnya mampu dikalahkan oleh keindahan wisata pantai selatan Lunyuk yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan.
Penulis  Akhir Fakhruddin : adalah mahasiswa Akper  Samawa dan Ketua Ikatan Mahasiswa Lunyuk- Sumbawa (IMLS)
Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: