BANJIR DI SUMBAWA TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN AKTIFITAS PERTAMBANGAN DI DODO RINTI

KETUA DPRD SUMBAWA

Ketua DPRD Sumbawa mengatakan, Banjir yang terjadi disejumlah tempat di Kabupaten Sumbawa tidak ada kaitannya dengan  aktivitas Pertambangan di kawasal selatan Sumbawa ( Dodo Rinti ).” Banjir bandang yang menimpa kabupaten Sumbawa saat ini murni bencana alam, tidak ada kaitan dan pengaruh dengan aktivitas pertambangan di wilayah hulu atau Sumbawa bagian selatan ” ujar Haji Farhan Bulkiah ketika meninjau lokasi banjir sekalian menyerahkan bantuan di Desa Kakiang Kecamatan Moyo Hilir, hari Senin 30 Januari 2012.
Menurut Farhan, banjir yang melanda kabupaten Sumbawa saat ini murni bencana karena kondisi hujan yang terlalu besar, lebat dan tidak ada kaitan dengan aktifitas pertambangan di Sumbawa bagian selatan.
Secara kebetulan aliran sungai yang membanjiri lokasi tersebut berhulu  di wilayah kabupaten Sumbawa bagian selatan tempat aktifitas pertambangan.  “Tidak ada kaitan sama sekali dengan aktifitas pertambangan,” Tambahnya.Sampai saat ini DPRD Sumbawa masih berkordinasi dengan komisi terkait dan pihak eksekutif untuk mengetahui secara pasti berapa kerugian yang  ditimbulkan oleh banjir tersebut.
Untuk itu dirinya tidak bisa menjawab secara pasti berapa jumlah kerugian akibat banjir tersebut saat di tanya besar kerugian yang ditimbulkan.  “Kami tidak bisa meraba- raba,”paparnya kepada wartawan.

Sejauh ini secara kelembagaan, DPRD Sumbawa sudah menyiapkan  bantuan untuk di drop kepada korban banjir di sejumlah tempat yang ada di kabupaten Sumbawa.
Sementara itu hari yang sama isteri para anggota DPRD Kabupaten Sumbawa yang tergabung dalam IISWARA juga berkunjung ke Desa Pungkit Kecamatan Lopok dan menyerahkan bantuan kepada korban banjir diwilayah itu.
Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: