SEMINAR NASIONAL AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH DIBUKA WAGUB NTB

WAGUB NTB

Wakil Gubernur NTB Ir.Haji Badrul Munir MM membuka dengan resmi  seminar Nasional “Transformasi Nilai-Nilai Ahlussunnah Waljamaah  melalui pondok pesantren” dalam sebuah acara di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB Rabu 8 Pebruari 2012. Seminar itu dimaksudkan sebagai ajang untuk bermuzakarah, juga merupakan moment yang strategis untuk meningkatkan silaturrahim sekaligus menumbuhkan mahabbah diantara para pimpinan pondok pesantren pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.  

 

Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan pondok modern gontor,  Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA dan para pimpinan pondok pesantren se NTB.

 Haji Badrul Munir mengatakan ”Islam hadir sebagai Rahmatan Lil ’alamin, yang kehadirannya tidak hanya dirasakan oleh kaum muslimin saja, tetapi juga oleh ummat manusia, bahkan oleh makhluk-makhluk lainnya secara keseluruhan. Nilai-nilai luhur Islam mulai terpinggirkan oleh berbagai perilaku ummat yang cenderung jauh dari tuntutan syariat Islam”

Berbicara tentang adanya perpecahan dikalangan umat Islam Badrul Munir menegaskan bahwa hal itu sebagai pengaruh dari sifat individualisme dan sukuisme yang demikian subur, serta munculnya stigma bahwa Islam sebagai agama yang identik dengan kekerasan, semakin menyudutkan eksistensi ummat Islam ditengah pergaulan global. Hal ini terjadi karena disadari atau tidak, kaum muslimin mulai kehilangan keyakinan bahwasanya Islam memiliki seperangkat aturan dalam kehidupan yang menjadi solusi dalam berbagai masalah kehidupan, atau dengan kata lain ada kecenderungan ummat tidak lagi berpijak pada Al qur’an dan Assunah” tegasnya.

Pada kesempatan itu Badrul menegaskan pula bahwa  Islam harus mampu membentengi diri dan keluarga dengan kualitas keimanan dan ketaqwaan yang tangguh, mengutamakan persatuan dan kesatuan ummat melalui penanaman nilai-nilai luhur Islam pada setiap sendi kehidupan namun, alangkah indahnya jika upaya kita dalam memperkuat eksistensi ummat islam pada tataran global diimbangi pula dengan pondasi keimanan dan ketaqwaan yang kokoh sebagai landasan berpijak.

 ”Seminar yang bertajuk “Transformasi nilai-nilai ahlu sunnah wal jama’ah melalui pondok pesantren” itu diharapkan dapat menghasilkan rumusan-rumusan strategis, mengingat pondok pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan sekaligus institusi dakwah, yang selama ini turut memberikan warna dalam kehidupan Berbangsa dan Bernegara” demikian Wagub NTB. ( admin-SN )

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: