JUAL KUE CAKWE UNTUK MENCARI ILMU

AGUS ALWI

Kesulitan hidup ternyata juga bisa membangkitkan semangat sebagian anak manusia termasuk anak-anak usia sekolah untuk dapat menikmati kehidupan yang sedikit layak walau hanya hidup dengan pas-pasan. Namun semangat untuk tetap hidup dan memperoleh pendidikan secara halal mungkin sedikit jarang dijumpai ditengah kerasnya persaingan kehidupan dimasa kini.

Seorang bocah yang semestinya masih membutuhkan kasih sayang orang tuanya terpaksa harus membanting tulang, bekerja untuk mendapatkan sekedar biaya hidup dan pendidikan yang ia jalani. Agus Alwi yang berusia sekitar 10 tahun misalnya, setiap hari harus mengorbankan waktu bermainnya untuk mencari uang agar bisa membayar uang sekolahnya atau kelengkapan pendidikannya.

Agus memilih berjualan kue cakwe dengan bakul diatas kepalanya berkeliling kota untuk mendapatkan uang. Laki-laki pincang dan cadel ini mengaku tidak malu menjajakan dagangan nya disepanjang jalan . “ Buat apa malu pak..yang penting halal dan bisa bantu orang tua dan bayar sekolah “ ujar Agus yang mengaku sudah setahun berjualan kue cakwe.

Sepulang sekolah, sekitar jam 12 setiap harinya, Agus langsung menuju Karang Bage sebuah lingkungan di Kelurahan Bugis Sumbawa Besar untuk mengambil jatah dagangannya. Karang Bage, memang sejak lama dikenal sebagai tempat membuat kue cakwe di kota Sumbawa Besar. Belasan keluarga dilingkungan ini yang memperoduksi kue cakwe setiap harinya.

“ Satu bakul berisi 75 biji kue cakwe, dijual Rp.1.000,-dan saya mendapatkan Rp.20.000 ribu “ papar Agus yang sempat berbincang-bincang dengan penulis siang tadi ( Sabtu 25/02/2012 ) di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar.

Agus Alwi, adalah putra satu-satunya dari pasangan Jumawaldi dan Nurfani. Ayahya bekerja sebagai tukang sapu jalan disepanjang jalan Hasanuddin Sumbawa Besar. Sedangkan ibunya sudah bercerai dengan ayahnya dan kini tinggal dengan suaminya di Jakarta. Sekarang Agus tinggal bersama ayah dan ibu tirinya di Gg.Teratai Kelurahan Bugis Sumbawa Besar. Menurut penuturan Agus, kedua orang tuanya bercerai ketika ia berumur satu tahun dan sejak saat itu tidak pernah bertemu ibunya.

Selama menjadi siswa SDN 5 Sumbawa Besar, Agus mengaku tidak pernah menerima bea siswa dan biaya sekolahnya ditanggung sendiri oleh ayahnya termasuk pakaian sekolahnya. Agus bahkan tidak mengerti yang namanya bea siswa itu. “ Apa itu pak “ tanyanya.

Disekolahnya, Agus tidaklah termasuk anak pandai namun dibalik keluguanya, Siswa Klas III SDN 5 Sumbawa Besar ini ternyata memiliki cita-cita yang luar biasa. Ia tidak ingin menjadi siapa-siapa. “ Saya ingin mencari ilmu pak “ ucapnya. Lho..kok cari ilmu Agus, tidak cari uang saja ?? pancing saya. Ia malah memberikan jawaban yang tidak saya sangka-sangka. “ Dengan ilmu kita bisa mencari uang dan dengan ilmu, saya ingin membahagiakan bapak saya, agar kelak dia tidak lagi menjadi tukang sapu jalanan “  tukasnya.

Ohh..Agus..sungguh mulia cita-cita mu.. dan adakah diantara pembaca yang peduli untuk sekedar membantu Agus Alwi ??

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

2 Responses to JUAL KUE CAKWE UNTUK MENCARI ILMU

  1. Mixer Roti says:

    semangat. indonesiaan harus semangat…

    Dengan ilmu kita bisa mencari uang dan dengan ilmu, saya ingin membahagiakan bapak saya, agar kelak dia tidak lagi menjadi tukang sapu jalanan

    subhanallah..

    ______
    monggo kalo mau ke lapak saya gan

%d blogger menyukai ini: