WARGA SEMPE DATANGI DPRD SUMBAWA

WARGA SEMPE DI DPRD SUMBAWA

Sejumlah warga Desa Sempe Kecamatan Moyo Hulu Selasa 28 Pebruari 2012 mendatangi gedung DPRD Sumbawa untuk meminta para wakil rakyat memfasilitasi mereka dengan pihak kepolisian yang menahan dua orang warga Desa Sempe atas dugaan sebagai penggerak amuk massa merusak Kantor Polindes Sempe. Namun anggota DPRD Sumbawa menolak keinginan mereka karena aspirasi mereka sudah masuk kedalam rana hukum karena telah melakukan tindak pidana pengrusakan fasilitas umum. Dua orang warga yang diduga kuat sebagai provokator pengrusakan Polindes Sempe itu hingga kini masih ditahan di Polsek Moyo Hulu dan informasi yang diterima, bahwa keduanya masih intensif diperiksa aparat kepolisian.

 Dalam pengrusakan itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian yang ditimbulkan oleh aksi brutal sebagian masarakat Sempe itu berdampak luas terhadap pelayanan kesehatan di wilayah itu. Seorang warga Desa Sempe yang ditemui di Sumbawa Besar, Hasan 35 Th menyebut aksi sebagian warga masarakat itu merugikan masarakat Sempe secara keseluruhan. “ Kami tidak setuju dengan aksi pengrusakan itu, namun kami sepakat untuk meminta pengganti Bidan Tin ( bidan Desa ) dengan orang lain “ ujar Hasan.

Kisahnya berawal dari permintaan sebagian masarakat kepada pimpinan Puskesmas Moyo Hulu agar bidan desa yang ditempatkan di Desa Sempe dapat dipindahkan tampa alasan yang jelas. Bidan desa itu kemudian ditarik ke Semamung di Puskesmas Moyo Mulu. Namun masarakat lain mendesak pimpinan Puskesmas Moyo Hulu agar segera menempatkan bidan lain, karena masarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan. Karena tenaga bidan belum tersedia, puskesmas Moyo Hulu kembali menugaskan bidan Tin untuk sementara bertugas di Sempe sambil menunggu tenaga baru.

Keputusan pimpinan Puskesmas Moyo Hulu inilah yang memicu sakit hati sebagian masarakat Sempe yang menganggap aspirasi mereka dilecehkan hingga pengrusakan Polindes dilakukan sebagai ungkapan sakit hati mereka. Namun seorang penyidik di Polsek Moyo Hulu menegaskan, apapun alasan masarakat terhadap pengrusakan itu tentu tidak bisa dibenarkan karena aksi itu merupakan tindak pidana. Polsek Moyo Hulu segera mengirim berkas kasus ini ke Polres Sumbawa untuk proses hukum selanjutnya.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: