DARI RENCANA EKSEKUSI CAFE BATU GONG ” PEMERINTAH KEOK ?? “

KEHIDUPAN MALAM DI BATU GONG

Pro kontra soal café Batu Gong semakin menghangat menjelang deadline yang diberikan Pemkab Sumbawa untuk menutup semua aktifitas ditempat yang ditengarai sebagai lokasi maksiat itu,sesuai Surat Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 416 Tahun 2012 bahwa terhitung mulai tanggal 1 Maret 2012 cave Batu Gong sudah harus ditutup.

Sebagian besar masarakat Kabupaten Sumbawa sudah sejak lama mengharapkan Pemkab Sumbawa agar menutup café Batu Gong yang disalah gunakan mamfaatnya oleh pengelolanya bahkan DPRD Sumbawa telah memberikan rekomendasi kepada Bupati Sumbawa untuk menutup semua aktifitas café Batu Gong.

Kawasan Batu Gong sejak lama dikenal sebagai tempat beredar luasnya segala macam minuman keras dari yang diizinkan sampai yang illegal. Wanita penghiburpun melengkapi keberadaan café Batu Gong tsb. Selain itu dari data yang sempat dihimpun situs ini bahwa setidaknya ada 7 orang yang terinveksi HIV Aids dari café Batu Gong.

Inilah alasan mengapa sebagian besar masarakat Sumbawa menginginkan agar aktifitas dan hiburan malam di café Batu Gong yang terletak dijalan utama dan pintu masuk Kota Sumbawa Besar dari arah barat itu segera ditutup. Bahkan sejumlah kelompok masarakat mengancam akan melakukan tindakan sendiri jika Pemkab Sumbawa tidak mau mendengar harapan itu.

Desakan dan ancaman masarakat tsb. dijawab Bupati Sumbawa ketika memberikan sambutan pada peresmian gedung baru DPRD Sumbawa akhir Januari 2012 lalu bahwa persoalan café di kawasan Batu Gong tidak bisa disikapi dengan tindakan refresif yang mengedapankan kekerasan. Pemerintah harus bersikap edukatif dengan cara memberikan tenggang waktu melalui surat peringatan.

Terakhir para pengelola café itu diberi batas akhir tanggal 1 Maret 2012 untuk menghentikan segala aktifitas yang tidak lagi bisa ditolelir karena semakin merusak moral masarakat. Peringatan tsb. merupakan peringatan ke 3 kali dari Pemkab Sumbawa. Namun peringatan itu ditentang oleh , kuasa hukum Asosiasi Pengusaha cafe Batu Gong, Suharto, SH yang langsung menyerang balik Pemda Sumbawa. Mantan Ketua Komisi I DPRD Sumbawa itu menyebutkan Pemda telah lalai dalam menyikapi permasalahan cafe di wilayah Batu Gong. Salah satu hal yang membuat pihaknya gerah, lanjut Suharto adalah penilaian bahwa Batu Gong merupakan sumber masalah tindak pidana dan kemaksiatan.

Rencana eksekusipun sangat ditunggu masarakat Sumbawa. Namun lagi-lagi kekecewaan yang didapat. Pemkab hanya mampu melakukan negosiasi dengan pengelola café. Kesepakatan baru pun dibuat antara mereka dengan Pemkab Sumbawa yang artinya café Batu Gong tatap buka.

Batalnya eksekusi penutupan café Batu Gong dinilai masarakat telah menciderai nilai moral masarakat bahkan Sembirang Ahmadi anggota DPRD Sumbawa, menyebut kegagalan itu sebagai sebuah cermin negara keok, pemimpin keok, nurani keok dan tersandera oleh kesalahan kebijakannya sendiri. Bertahun-tahun lamanya Pemkab Sumbawa membiarkan bangunan cafe tumbuh subur secara ilegal, dan berulang kali juga -katanya-melakukan penertiban, tapi bertambah seru pula pertunjukan ketidakberdayaan pemimpin di depan segelitir orang. Dimana wibawamu : Negara?  Tegas nya diacount facebook Komunitas Peduli Desa Darat.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: