Gubernur NTB Tanyakan Penyelesaian Kasus RRI Mataram.

GEDUNG RRI MATARAM

Bagaimana penyelesian kasus RRI Mataram ?. Pertanyaan ini muncul dari Gubernur NTB TGH.Zainul Majdi . Sebab Gubernur yang pertama menyampaikan aspirasi internal dan ekternal RRI melalui telepon kepada Dirut agar meninjau kembali pengangkatan AA Ngurah Tenaya sebagai Kepsta RRI Mataram yang baru . Seusai pertemuan dengan wartawan anggota PWI NTB selasa 6/3 di Mataram Gubernur secara khusus mempertanyakan penyelesaian kasus RRI Mataram itu dan terkesan menginginkan agar persoalan RRI Mataram tidak dipaksakan . Wakil Gubernur NTB Badrul Munir dan Sekda NTB senada dengan aspirasi yang disampaikan Gubernur NTB beberapa waktu lalu .

Sumber IS menyebutkan ada kemungkinan Direksi tetap bersikukuh melaksanakan keputusannya . Direktur SDM dan Umum LPP yang dikonfirmasi tentang hal itu tidak memberi jawaban . Reaksi muncul lagi dari kalangan masyarakat . Mereka bersurat kepada Direksi , agar tidak memaksakan kehendak dan jangan menyepelekan aspirasi yang disampaikan Gubernur NTB .Surat yang ditanda tangani 72 orang itu untuk mempertegas sikap agar Direksi meninjau kembali keputusannya tentang pengangkatan AA Ngurah Tenaya sebagai Kepsta RRI Mataram .

Tokoh masyarakat lainnya juga mulai bereaksi dan semakin mempertegas sikapnya semula , agar Direksi meninjau kembali Keputusan pengangkatan AA Ngurah Tenaya sebagai Kepsta RRI Mataram yang baru . ” Sikap kami tidak berubah ” Kata Drs. Hasbah kepada IS senin 5/3 . Tokoh ini bersama sejumlah tokoh lainnya sempat bertemu di sebuah rumah makan dengan Tim LPP RRI yang datang ke Mataram . Didalam pertemuan itu ia mereka menyampaikan aspirasi dari masyarakat NTB . Salah satu alasan , bahwa Direksi didalam mengambil keputusan tidak mempertimbangkan lingkungan strategis Nusa Tenggara Barat .

Direktur Utama LPP RRI R.Niken Widiastuti , ketika menerima telepon Gubernur NTB TGH.Zainul Majdi Pebruari lalu ,menyatakan terima kasih atas perhatian Gubernur NTB . Ia menegaskan bahwa RRI adalah Lembaga Penyiaran Publik yang independen dan netral baik dalam siaran maupun manajemennya . LPP RRI kata Niken , mengacu pada prinsip Lembaga Penyiaran Publik yang Universal , merefleksikan keberagaman suku , agama , ras dan antar golongan . RRI mengembangkan penghormatan kepada pihak lain , tenggang rasa dan saling menghormati sesama anak bangsa .

Ada perbedaan antara kasus RRI Manokwari dengan RRI Mataram . Di Manokwari aspirasi muncul dari kalangan internal RRI melalui pernyataan sikap yang dibacakan dihadapan Dirut . Sedangkan kasus di RRI Mataram , selain aspirasi internal , juga aspirasi ekternal yang justru lebih kuat . Bahkan aspirasi terhadap Keputusan penempatan Kepsta Baru RRI Mataram itu disampaikan langsung oleh Gubernur NTB TGH.Zainul Majdi kepada Dirut melalui telepon . Kemudian Wakil Gubernur NTB Badrul Munir menyampaikan sikap masyarakat kepada Tim LPP RRI yang dikirim ke Mataram NTB bulan lalu .Sementara itu Sekda Nusa Tenggara Barat memperkuat sikap Gubernur dan Wakil Gubernur . Aspirasi juga muncul dari tokoh masyarakat ,dan kalangan pemuda , sejumlah organisasi kemasyarakatan di Mataram NTB . ( Infosketsa.com ) . .

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: