WAGUB NTB : TELUK SANTONG TIDAK LAYAK UNTUK PELABUHAN BONGKAR MUAT

PELABUHAN BADAS SUMBAWA

Rencana Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengembangkan Pelabuhan Teluk Santong di Kawasan Teluk Saleh sebagai antisipasi semakin menyempitnya Pelabuhan Badas Sumbawa, ditanggapi beragam oleh masarakat bahkan Wakil Gubernur NTB yang menyebut rencana itu sebagai sesuatu yang positif.

 Pemkab Sumbawa konon tengah mengkonsultasikan rencana tersebut dengan Kementerian terkait di Jakarta yakni Kementerian Perhubungan dan konon pula rencana itu mendapat tanggapan positif dari Menteri Perhubungan bahkan sudah mendapat lampu hijau untuk pelaksanaan nya. Pemkab Sumbawa  hanya diwajibkan untuk mempersiapkan anggaran Fisibility Study (FS) atau study kelayakan. Tegas sebuah sumber di DPRD Sumbawa.

Pengembangan Pelabuhan Teluk Santong di Kecamatan Plampang ini, karena pelabuhan Badas sudah tidak bias dikembangkan lagi mengingat populasi karang yang sangat tinggi dimulut teluk Badas sehingga sulit untuk dilakukan pengerukan sekalipun.

Rencana tersebut disambut positif oleh Ketua Komisi III DPRD Sumbawa Jamaluddin Afifi SH. Menurutnya jika Pelabuhan Teluk Santong sudah dikembangkan nanti, maka pengangkutan hasil bumi dari wilayah timur semakin memudahkan. “ Insya Allah kami akan support rencana ini “ papar Jeff.

Warga masarakat Teluk Santong pun sangat setuju dengan rencana itu. “ Wah kami senang sekali mendengar kabar ini “ ujar Pahruding warga Teluk Santong yang dihubungi Selasa 13 Maret 2012. Namun ia berharap agar rencana itu tidak seperti fasilitas yang sudah dibangun dipelabuhan Teluk Santong yang mangkrak karena tidak adanya pemeliharan oleh Pemerintah. Sayang kalau harus buang uang milyaran rupiah kalau hanya untuk ditonton namun tidak mampu memeliharanya. Tambah Pahruding.

Sementara Wakil Gubernur NTB Ir.Haji Badrul Munir MM mengaku belum tahu tentang rencana itu walau ia menyebutnya positif. Menurutnya kawasan Teluk Saleh dimana Pelabuhan Teluk Santong berada, sesuai hasil survey ; tidak layak untuk pelabuhan bongkar muat skala besar, karena perairannya dangkal dan memiliki alur yang sempit berkelok, sehingga butuh navigasi dan kapal pemandu.

Ia menambahkan bahwa kawasan Teluk Saleh hanya cocok untuk Kawasan Perikanan Tangkap dan Budidaya. “ Kalaupun ada pelabuhan tapi akan lebih dominan untuk mendukung fungsi kawasan, seperti halnya Pelabuhan Teluk Santong. Jadi bukan untuk alternatif Pelabuhan Badas. Hal ini sesuai dgn SISTRANAS dan RTRW Provinsi NTB dan kebijakan nasional pembanguan kelautan dan perikanan “ ujar Wagub.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: