GOLKAR NTB HARUS BERANI BIDIK NTB 1 PADA PILKADA NANTI

DPD Partai Golkar NTB tetap membidik posisi Calon Gubernur NTB pada Pilkada NTB 2013 sebagai target utama alias Plan A mereka. Ketua DPD Partai Golkar NTB, Dr. Zaini Arony, M.Pd diminta untuk lebih berani dalam memperjuangkan target tersebut.

“Plan A-nya, bila kader Golkar, Pak Zaini memiliki elektabilitas tidak jauh dari kompetitornya, masuk dalam margin elektablitas, ya kita akan mendukung, kita akan maju,” tegas Ketua Pemenangan Pemilu Bali, NTB, NTT DPP Partai Golkar, Junaidi Elvis kepada wartawan di Mataram belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa keputusan dalam Rapat Koordinasi Wilayah DPD Partai Golkar se-NTB yang digelar beberapa waktu lalu telah memutuskan dukungan kepada Zaini untuk tampil sebagai Calon Gubernur NTB. “Semua DPD dua kabupaten kota di NTB, mendukung Pak Zaini menjadi NTB satu,” tandasnya.

Selain itu, ada pula nama lain yaitu H. M. Amin, SH dan Ferry Zulkarnain ST yang disiapkan untuk menduduki posisi Calon Wakil Gubernur NTB. Menurutnya, keputusan untuk memperjuangkan tiga nama itu agar tampil di Pilkada NTB 2013 tetap dijalankan di internal Golkar. “Itu tetap jalan di internal partai. Tapi keputusan itu ada di DPP yang melalui survai,” ujar Elvis.

Terpisah, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Lalu Mara Satriawangsa secara pribadi mendorong agar Zaini lebih berani dalam membidik posisi Calon Gubernur NTB di Pilkada 2013. “Pandangan pribadi saya, baik itu DPD II maupun DPD I,  sepatutnya Ketua DPD ini harus berani bertarung,” tegasnya.

Mara mengakui bahwa Golkar memang pasti akan melakukan survai untuk mengukur elektabilitas kader atau kandidat yang akan diusungnya. Karenanya, jika para Ketua DPD Golkar di daerah mau melakukan konsolidasi dan mempersiapkan diri dengan baik, tentulah namanya akan muncul dalam survai yang dilakukan. “Tidak mungkin tidak nampak dong. Karena ada kerja politik,” ujarnya.

Mara menegaskan, jauhnya jarak elektabilitas kader Golkar dengan kompetitor terberat seharusnya tidak perlu membuat Golkar berkecil hati. Menurutnya, fakta telah membuktikan bahwa kandidat dengan tingkat elektabilitas rendah ternyata bisa memenangkan Pilkada.

Ia mencontohkan, Bupati Bekasi yang baru terpilih beberapa waktu lalu, saat disurvai, tingkat elektabilitasnya ternyata hanya 3 persen.

“Tapi karena Golkar kan tidak bisa mencalonkan sendiri juga, ramai – ramai, yakin. Dia bisa menang. Ini semata – mata soal personal. Yakin nggak,” cecarnya. Mara menganalogikan, pertarungan di Pilkada ibarat seseorang yang ingin menaklukkan ombak. “Harus mandi di tengah. Memang ada ombak yang akan menggulung. Tapi kantidak semua ombak menggulung. Ada yang bisa kita pakai berselancar. Lewati ombaknya. Bagaimana cara kita melewati ombak, di situlah perjuangannya,” ujarnya.

Sementara itu, Zaini Arony sendiri belum memberikan tanggapan atas masukan ini.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: