GUBERNUR BANGGA MELIHAT GELIAT KEMAJUAN PEMBANGUNAN NTB

Gubernur-TGB-Wagub-BMSebagai rangkaian memperingati HUT ke-54 dan Apresiasi Visit Lombok Sumbawa 2012, Pemerintah Provinsi NTB mengadakan malam tasyakuran di Ballroom hotel Lombok Raya, Selasa 18/12-2012.  Tasyakuran yang dipadukan dengan Pembukaan  Bulan Citra  Budaya (BCB) itu,  diisi penyampaian penghargaan Gubernur NTB, Dr. TGH.M.Zainul Majdi kepada para tokoh masyarakat  yang berjasa dan berprestasi dalam memajukan pembangunan NTB Bersaing.  Berkat  dukungan dan kerjasama yang padu itulah, kini pembangunan NTB terus menggeliat,  budaya daerah terus bertumbuh dan berkembang, hotel dan infrastruktur publik semakin baik dan target Visit lombok sumbawa 2012 dengan kunjungan satu juta wisatawanpun telah terlampaui.

Kebanggaan dan rasa syukur itu disampaikan Gubernur TGB  kepada Seluruh Komponen Masyarakat Nusata Tenggara Barat, baik Jajaran eksekutif, legislatif, Ulama dan Pemimpin Agama, Pengusaha, mahasiswa  dan yudikatif maupun petani, nelayan, buruh dan semua komponen masyarakat lainnya yang telah bersatu padu dan berjuang bersama membangun NTB.

“Kepada  para tokoh  masyarakat yang telah mendharmabhaktikan dirinya bagi pembangunan daerah dan  pelestarian budaya asli Nusa Tenggara Barat, saya sampaikan penghargaan dan terima kasih”, ucap gubernur.  Sebab tanpa kerjasama yang baik dan dukungan semua pihak, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak, imbuhnya.

Seraya tersenyum, orang Nomor satu di  Bumi Gora itu  menjelaskan target kuantitatif 1 juta wisatawan yang dicanangkan 6 Juli 2009 telah tercapai pada minggu ke-2 Bulan November. “Sebagian dari ikhtiar-ikhtiar kita telah menunjukkan keberhasilan”, ujarnya.

Geliat kemajuan pembangunan NTB juga tergambar dari maraknya pembangunan hotel dan restoran di seluruh NTB. “Dengan semakin banyaknya restoran maka akan menimbulkan tassammuh bil khair, yakni semangat  berkompetisi untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan atau konsumen”, terangnya. Industri kerajinan yang dulunya telah mati suri, kata Kyai Kharismatik itu,   kini sudah mulai hidup kembali. Demikian juga berkembangnya industri kerajinan batik sasambo yang dulu tergambarpun tidak.  “Kita tidak pernah punya bayangan bahwa kita akan punya batik khas dengan corak kita sendiri”, ujarnya.  Sekarang batik motif sasambo sudah digunakan bukan saja oleh pegawai, pelajar dan masyarakat tertentu saja, tapi juga  sebagai souvenir bagi tamu yang berkunjung ke NTB,  kata gubernur bangga.

“Saya berbesar hati bahwa sentra-sentra industri batik sasambo itu tumbuh di Sekolah Menengah Kejuruan”, imbuhnya. Artinya anak-anak kita yang sekarang menjadi pengerajin batik sasambo itu nantinya akan menjadi maestro-maestro design batik sasambo yang akan mengembangkan industri batik sasambo di masa mendatang. Gubernur  berharap, para pelaku industri pariwisata dimasa yang akan datang terus  meningkatkan komponen sasambonya dalam pengembangan usahanya.

“Silahkan anda mau memilih apa saja yang mengandung unsur lokal, apakah ornamen hotel atau restoran, atau bahan baku restoran harus lebih mengutamakan produk-produk lokal” lanjut gubernur. Dikatakan oleh gubernur bahwa 4500 lebih jenis handy craft yang dipasarkan di Bali, menurut hasil inventarisasi Jetro adalah hasil kerajinan yang dibuat masyarakat NTB.

Tuan Guru Bajang berharap agar 278 pulau yang ada di Nusa Tenggara Barat dan seluruh potensi alam yang ada adalah khazanah yang merupakan anugerah Allah sehingga harus dijaga kelestariannya agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Keindahan terumbu karang, tracking Rinjani, harus tetap dipelihara kelestarian dan keindahannya.  Gubernur termuda se- Indonesia itupun tidak lupa mengajak seluruh masyarakat Bumi gora memanfaatkan seluruh moment yang ada di daerah ini untuk mengundang orang dari seluruh dunia datang ke Nusa Tenggara Barat. “Momen 200 tahun meletusnya Gunung Tambora tahun 2015 merupakan world heritage yang tetap dikenang oleh masyarakat seluruh dunia sehingga akan menarik minat masyarakat seluruh dunia untuk datang ke NTB”, ujarnya.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: