BADRUL MUNIR MUNDUR DARI BURSA CALON WAGUB NTB

BM Badru MunirBadrul Munir selaku salah satu kandidat yang tengah berkuasa (incumbent) memilih mundur dari bursa calon wakil gubernur (wagub) pada proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2013-2018.
Badrul yang masih menjabat Wakil Gubernur NTB periode 2008-2013 itu membenarkan pilihan mundur itu ketika dikonfirmasi di Mataram, Rabu.
Wakil gubernur dari kalangan birokrat yang masih akan menjabat hingga 16 September 2013 itu, juga mengaku telah berkonsultasi dengan Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, selaku kandidat “incumbent” calon Gubernur NTB periode lima tahun berikutnya.
“Pasti sudah saya sampaikan. Kita jaga etika politik. Dalam politik kan ada fatsun (tatakrama yang tidak tertulis). Beliau sangat memahami pilihan itu,” ujarnya ketika ditanya apakah ia sudah menemui Gubernur NTB terkait pilihan mundur dari bursa calon wagub itu.
Badrul merupakan salah satu dari sekian kandidat calon Wagub NTB yang hendak dipasangkan dengan Zainul Majdi yang diusung Partai Demokrat.
Badrul diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan ditawarkan ke Partai Demokrat untuk digandeng Zainul Majdi, meskipun tawaran itu belum terjawab hingga sepekan sebelum tahapan pendaftaran pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode lima tahun berikutnya itu.
Tahapan pendaftaran dibuka 5-11 Februari 2013, dan tahapan pemungutan suara dijadwalkan 13 Mei untuk putaran pertama dan 22 Juli untuk putaran kedua, yang akan berlangsung di 9.403 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menyebar di 1.135 desa, 116 kecamatan, 10 kabupaten/kota.
Nama Badrul juga sempat disebut-sebut hendak diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk ditawarkan agar berpasangan dengan kandidat “incumbent” yang diusung Partai Demokrat itu.
Namun, Badrul malah menyampaikan keterangan pers bahwa ia mengundurkan diri dari bursa calon Wagub NTB.
Kendati demikian, ia mengaku perasaannya sangat plong setelah menyatakan mundur, karena ia juga menjadi lebih fokus bekerja di sisa waktu hampir delapan bulan itu.
“Saya jadi lebih fokus. Tidak harus ke sana kemari. Kalau kemarin-kemarin kan kurang plong. Ada kegiatan lain, sehingga tidak fokus,” ujarnya.
Kini, Badrul berorientasi menuntaskan amanah yang dipercayakan masyarakat NTB hingga akhir masa jabatannya bersama gubernur. Ia akan terus mengawal proses pembangunan dan kinerja birokrasi.
“Saya nggak (tidak) akan efektif mengawal birokrasi kalau saya bagian dari kompetitor. Nggak akan efektif,” ujarnya.
Dia pun menegaskan, dirinya tidak berniat mengecewakan seluruh lapisan masyarakat NTB yang telah memberikan dukungan moral secara langsung maupun tidak langsung, untuk tetap menjadi Wagub NTB untuk periode kedua.
Apalagi, saat mengetahui dirinya mundur dari bursa calon Wagub NTB, sejumlah tokoh menyampaikan empati dan nada penyesalan melalui 118 pesan singkat (SMS).
Namun, Badrul pun tidak terburu-buru untuk meninggalkan panggung politik, dan mengaku masih harus berkomunikasi secara intens dengan kalangan masyarakat yang telah memberikan dukungan pada dirinya, seperti tokoh masyarakat, mahasiswa, pemuda, dan jajaran birokrasi di provinsi dan kabupaten/kota.
“Saya harus dengar dulu. Begitu fatsun politik. Tidak bisa saya ambil keputusan sendiri. Kalau ini pilihan yang baik, tergantung pada mereka dan teman-teman,” ujarnya.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: