SONGKO REKKA

songkok-recca-300x236Dusun Sawange, Desa Paccing, Kecamatan Awangpone, berada tak jauh dari Ibukota Kabupaten Bone, Watampone, yang hanya berjarak sekitar 10 kilometer. Warga di dusun tersebut dikenal sebagai pengrajin anyaman seratan pohon lontar yang dibuat menjadi Songkok Recca atau songkok Bone. Maka, janganlah heran jika kita selalu mendapatkan sejumlah ibu rumah tangga atau remaja perempuan di desa ini berada di bawah kolong rumahnya sedang menganyam seratan pohon lontar.
Jemari lentik ibu -ibu dan remaja perempuan di Dusun Sawange dalam menganyam seratan pohon lontar menjadi pemandangan keseharian. Seratan pohon itu dianyam pada sebuah media yang disebut Assareng atau dudukan pembuat bentuk dan ukuran songkok itu sendiri.

Pada zaman pemerintahan Andi Mappanyukki (raja Bone ke-31), songkok recca diberi aksesoris dengan pinggiran emas, dalam bahasa Bugis yaitu Pamiring Pulaweng, sebagai identitas strata sipemakainya. Semakin tebal ukuran benang emasnya maka semakin tinggi derajat stratanya.

Songkok Recca’ terbuat dari serat pelepah daun lontar dengan cara dipukul-pukul (dalam bahasa Bugis : direcca-recca) pelepah daun lontar hingga yang tersisa hanya seratnya. Serat ini biasanya berwarna putih, tetapi setelah dua atau tiga jam kemudian warnanya berubah menjadi kecoklat-coklatan. Untuk mengubahnya menjadi hitam bukan karena sengaja diberi pewarna tetapi serat tersebut direndam dalam lumpur selama beberapa hari. Serat tersebut ada yang halus ada yang kasar, sehingga untuk membuat songkok recca’ yang halus maka serat haluslah yang diambil dan sebaliknya serat yang kasar menghasilkan hasil yang agak kasar.

Nah di Sumbawa hingga kini juga masih banyak yang menggunakan Songko Recca ini pada upacara-upacara adat. Pertanyaan saya, bagus tidak kalau songkok itu dijadikan atau dipertahankan sebagai bagian dari pakaian adat Sumbawa ??? Kalau iyaa..maka harus mengirim orang ke Bone untuk kursus membuatnya disana. Kan nggak lucu kalau pakaian adat itu justeru tidak ada orang Sumbawa yang bisa membuat nya. Hehehehe.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: