DARI TRAGEDI KMP MUNAWAR FERRY

TIM SARSejumlah penumpang KMP Munawar Ferry yang selamat, menuturkan bahwa sejak berangkat dari Pelabuhan Kayangan, KMP Munawar Ferry  sudah diketahui mengalami kebocoran. Namun beberapa ABK yang diberitahu tidak mengindahkan. KMP Munawar Ferry berangkat dan mengangkut penumpang dan barang dari Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Poto Tano pada Jumat dini hari Tgl. 3 Januari 2014 sekitar pukul 02.45 Wita. Satu jam kemudian air laut akhirnya memenuhi bagian dek kapal, hingga penumpang yang berjumlah sekitar 150 orang mulai dilanda ketakutan. Suasana di kapal tercekam kepanikan luar biasa.

“Pada pukul 04.00 Wita, akhirnya KMP Munawar Ferry benar-benar tenggelam. Untungnya sebelum kapal tenggelam ke dasar laut, sekitar 90 persen penumpangnya berhasil diselamatkan dan dievakuasi oleh KMP Marina Kuintan yang sedang lewat di lokasi kejadian.

Sementara kendaraan bermotor yang diangkut KMP Munawar Ferry  meliputi enam truk, empat mobil jenis bak terbuka, delapan minibus dan 15 sepeda motor, tidak dapat diselamatkan dan turut tenggelam bersama kapal ke dasar Selat Alas.

Posisi KMP Munawar Ferry ketika tenggelam kurang lebih 5 mil dari Poto Tano. Kapal jenis roll on roll off (roro) seberat 522 gross tonnage (GT) ini dinakhodai oleh Sudarto dan membawa 20 anak buah kapal (ABK). Pemerintah hari ini sudah mengerahkan 10 buah kapal untuk mencari KMP Munawar Ferry.

Iklan

Perihal admin
Hobi Menulis

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: