POSISI POLRI BAKAL DIGUSUR OLEH JOKOWI

Presiden terpilih, Joko Widodo, berencana menggabungkan sejumlah badan dan kementerian menjadi satu departemen. Seperti Kementerian Keamanan Tanah Air yang menggabungkan Polri, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ada pula Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang digabung dengan Kementerian Riset dan Teknoligi, serta Kementerian Perumahan Rakyat dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Khusus untuk Polri yang posisinya tidak lagi berada di bawah Presiden, pengamat kepolisian Univeritas Indonesia (UI) Bambang Widodo Umar menilai rencana ini positif untuk perbaikan Polri secara kelembagaan. Dimana Korps Baju Cokelat ini bakal lebih fokus dalam menerapkan kebijakan.

“Karena Kepolisian kan alat negara, bukan alat politik. Kepolisian secara organisatoris hanya menerapkan kebijakan, yang merumuskan dan bertanggung jawab dalam kebijakan strategis adalah menteri,” kata Bambang, Rabu (3/9/2014).

Dia mencontohkan lembaga-lembaga yang merupakan alat negara seperti Polri yang kini berada di bawah Kementerian. “Misalnya Pamong Praja, Imigrasi, Cea Cukai, Lapas itu kan alat. Kalau diletakkan di bawah presiden akan sulit dalam merumuskan kebijakan,” sambungnya.

Karenanya, Bambang sepakat Polri diletakkan di bawah Kementerian. Tinggal kementerian mana yang cocok untuk menampung Polri. Apakah di Kementerian Keamanan seperti wacana Jokowi atau Kementerian Dalam Negeri seperti di beberapa negara tetangga.

( SUMBER ; http://www.suaranews.com )

SEJARAH ZIKRULLAH

Ketika Rasulullah melakukan perjalanan bersejarah Israk Mikraj beliau menerima perintah sholat lima kali sehari semalam dari Allah Swt. Selain itu Rasulullah juga menerima wasiat dari Nabi Ibrahim AS untuk diamalkan oleh Nabi dan ummatnya. Wasiat itu adalah kalimah agung “Dzikrullah” yakni Subhaanallah, Walhamdulillah, Walaailaahaillallah, Allahu Akbar.
Selesai menerima wasiat tsb.Rasulullah bersama Jibril turun kebumi. Didalam perjalanan Rasulullah bertanya kepada Jibril, bagaimanakah cerita kalimah agung tsb. Lalu Jibril menjawab satu persatu mulai dari kalimah ; SUBHAANALLAH :

Kalimah ini bermula dari perintah Allah kepada para malaikatnya agar Arsy tempat bersemayamnya Allah Swt ditopang oleh para malaikat. Namun salah satu diantaranya mengakatakan, sungguh berat Arsy ini ya Allah. Maka Allah lalu meminta para malaikatnya untuk membaca Subhaanallah ( Maha Suci Allah ) dan seketika beban berat para malaikat itu menjadi ringan hingga hari ini. Kalimah itu menjadi tasbih para malaikat hingga Allah menciptakan Nabi Adam as.

Baca pos ini lebih lanjut